MENGINISIASI "SEKOLAH" DI LUAR RUANGAN
Pendidikan dalam arti luas tidak selalu melulu tentang sekolah,universitas dan juga pondok pesantren, sebab lembaga-lembaga pendidikan tersebut hanya bagian kecil dari pendidikan itu sendiri. jika kita berasumsi bahwa pendidikan selalu terbatas pada ruang dan materi tertentu saja sejatinya kita sedang terjebak pada degradasi konsep dan kedangkalan makna. biasanya hal semacam ini terjadi kepada orang-orang "modern". banyak orang modern tidak bisa membedakan apa itu pendidikan dan apa itu sekolah. sehingga terjadi pengkerdilan makna pada istilah dan selanjutnya terjadi gagal paham terhadap semua pengistilahan.
Jika penulis menyebut satu kata pengajian. orang mungkin hampir tidak berfikir ini adalah bagian dari pendidikan juga. Setara dengan lembaga-lembaga yang penulis sampaikan di atas pengajian dan segala bentuk proses lainya yang semisal juga adalah bagian dari pendidikan. Kita bertemu tetangga kemudian kita mendengarkan cerita pengalamanya lalu kita mengambil pelajaran dari apa yang disampikan oleh tetangga tersebut maka itu juga bagian dari pendidikan.
Pendidikan tidak boleh dimaknai sempit, sebab pendidikan yang berada di lembaga formal hanya sebagian kecil saja dan bagian terbesar pendidikan adalah terjun di dalam masyarakat menjalani kehdiupan sehari-hari. Kita mengenal bagaimana berkomunikasi dengan orang yang lebih tua dibandingkan dengan kita, akan lebih banyak kita dapati dalam pendidikan di luar ruangan. kita mengenal saling toleransi terhadap perbedaan juga akan sangat banyak kita temui di dalam kehidupan bermasyarakat. dengan demikian setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru merupakan perumpamaan yang tepat sebab ungkapan tersebut tidak terbatas apapun.

Komentar
Posting Komentar